Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Android One

Apa itu Android One? Sebagian besar pengguna smartphone pasti kurang mengenal perangkat Android One. Ya, perangkat berbasis sistem operasi mobile yeng tengah mendunia ini memang biasanya diperuntukkan bagi pengguna entry level di negara-negara berkembang.

Pengertian Android One

Android One adalah standar penggunaan Android, sistem operasi perangkat seluler dari Google, dengan target para pengguna baru telepon pintar Android di negara-negara berkembang. Tampilan sistem operasi pada Android One mengikuti sistem operasi stok Android dengan minim perubahan antarmuka. -Sumber: Wikipedia

Bebeda dengan pesaing terberatnya iOS yang memiliki ekosistem tertutup, Android yang merupakan open source memiliki berbagai varian antarmuka yang telah diubah sesuai dengan vendor atau perusahaan pembuat antarmuka. Dengan demikian Android versi Google dibuat sedemikian rupa agar memiliki kekhasan pada masing-masing vendor. Seperti TouchWiz milik Samsung, LGUX punya LG, ZenUI milik Zenfone-nya Asus, MiUI punya Xiaomi atau CynogenMod.

Perangkat Android One hadir dengan standarisasi yang diawasi langsung dari Google, baik secara hardware maupun software yang terbenam dalam perangkat tersebut. Android One tidak menggunakan kustomsasi macam-macam seperti TouchWiz, LGUX ataupun Zen UI. Istilahnya dikenal dengan Stock Android. Jadi kalau kamu ingin merasakan Android versi bersih tanpa embel-embel dekorasi pihak ketiga, kamu bisa mendapatkannya pada Android One.

Google sudah merilis beberapa perangkat Android One. Di Indonesia sendiri anda beberapa versi Android One yang sudah turun dipasaran antara lain:

  1. Evercoss One X
  2. Mito Impact
  3. Nexian Journey1
  4. Infinix Hot 2

Penulis sendiri memiliki perangkat Android One Infinix Hot 2.

Kelebihan Android One

Setelah memakai perangkat Android One selama kurang lebih setahun, penulis merasakan banyak sekali keunggulan perangka Android One dibandingkan perangkat Android lainnya, diataranya:

Update software yang terus didukung.

Janji Google untuk mendukung perangkat Android One untuk tetap mendapatkan update selama 2 tahun sejak peluncuran setiap produk Android One memang bukan janji kosong. Terbukti dengan terus adanya pembaruan yang meluncur ke perangkat-perangkat berbasis Android One. Penulis sendiri mendapat update terakhir pada bulan Desember 2016.

Bisa kalian bandingkan sendiri dengan Android yang sedang kalian gunakan. Kapan terakhir dapat Update? Infinix Hot 2 yang saat pertama muncul membawa OS Andorid Lollipop aja sudah bisa diupdate jadi Android Marshmallow dan dijanjikan update ke Nougat.

Antarmuka yang smooth dan minim bug.

Sudah dijelaskan sebelumnya kalau Android One tidak melalui make up pihak ketiga juga mendapat standarisasi dari Google yang langsung turut serta dalam mengawasi dan memproduksi perangkat Android One ini. Alhasil, Android One dalam penggunaan sehari-harinya jadi smooth dan nyaris nggak ada masalah.

Walaupun kadang-kadang masalah klasik sering terjadi seperti force close pada aplikasi atau pun tiba-tiba kamera jadi nggak kebaca, namun itu jarang banget terjadi.

Penggunaan RAM yang sangat hemat.

Berapa sih RAM yang tersisa saat kalian pertama kali menyalakan hape baru dengan merk andalan kalian? 70%? 50%? 30%? atau bahkan 20%? Nah, di Android One yang saya pakai memiliki free RAM nyaris 1GB dari RAM yang disediakan total 2GB. Artinya 50%-an.

Setelah diinstall aplikasi seperti LINE, Twitter, Facebook dan Messengger, BBM, Whatsapp yang notabene selalu idle, ditambah beberapa game dan aplikasi lain, free RAM nyamasih disekitar 39%-an. Jadi nggak ada cerita tuh multitasking yang nggak smooth.

Penggunaan Memory Internal/ROM yang irit.

Aplikasi bawaan saat Android One dihidupkan adalah aplikasi bawaan Google, seperti Gmail, Drive, Play, Chrome ditambah beberapa aplikasi yang sengaja dibenamkan seperti Lazada pada kasus Infinix Hot 2. Android Lollipop bawaan Infinix sudah bisa diupdate ke Marshmallow dan memakan ROM sekitar 30%an dari total 16GB ROM yang tersedia.  Tepatnya penulis lupa tapi memang nggak sampai 50%an.

Alhasil, pengguna akan merasa tenang mau install aplikasi macem-macem tanpa harus takut kehabisan memori internal. Coba deh kalian cek dengan perangkat Android kalian, berapa aplikasi yang akhirnya bisa kalian benamkan di memori Internal?

Harga yang terjangkau.

Namanya juga untuk entry level, pasti kisaran harganya juga nggak akan jauh dari 2 jutaan. Infinix Hot 2 sendiri dibeli penulis sekitra Rp. 1.200.000 di Lazada. Untuk varian Android One lain malah bisa dibawah sejutaan.

Masa pakai yang lebih lama

Maksudnya dengan update yang terus menerus didukung, kemudian kapasitas yang tidak terlalu terambil banyak serta penggunaan RAM yang sedikit tentunya membuat masa pakai Android One dari segi perfomence akan jauh lebih lama dibandingkan dengan Perangkat Android lainnya. Minimal untuk 2 tahun kedepan saya nggak perlu ganti hape untuk merasakan Android Nougat.

Kekurangan Android One

Jangan karena Android One adalah perangkat “spesial” dari Google berarti tidak memiliki kekurangan, ada juga sih keluhan yang cukup krusial bagi penulis selama memakai Android One.

Minim Fitur Intuitif;

Fitur Intuitif tuh misal, Double Tap to Wake untuk membangunkan hape ketika layarnya mati. Kan nggak banget udah 2016 hape masih diangunkan pake tombol. Handphone LG L7 II Dual yang jadul aja punya fitur layarnya nyala ketika diangkat, padahal hape keluaran 2015 awal. Sedih.

One hand operation untuk perangkat yang layar lebar juga adalah fitur yang nggak ada di Infinix Hot 2. Keyboarnya juga bawaan Google. Bukannya jelek sih, tapi fitur seadanya itu membuat cepet bosan dengan perangkat Android One.

Software Kamera yang biasa banget.

Sudah ketahuan hardware yang dibawa adalah hardware kelas bawah, sofware bawaan Google-nya nambah kesan murah pada hape. Hasilnya biasa sih nggak jadi masalah, tapi sudah minim fitur, ditambah suara capture nyang gak bisa di silent, MasyaAllah…

Harus install banyak software pihak ketiga.

Karena minim fitur dan aplikasi bawaan yang sangat terbatas fungsinya, maka Anda diwajibkan menginstall banyak software untuk kegunaan yang sebetulnya adalah hal-hal dasar.

Saya install MXCamera untuk menggantikan Google Camera, agak lumayan sih jadinya. Kemudia Install ES File Explorer untuk file manager, ada sih yang bawaan tapi kurang greget gimana gitu. Kemudian beli PowerAmp untuk pemutar musik yang lebih banyak fitur, Quickpic untuk liat galeri dan MX Player untuk lihat video.

Sebenernya si, bisa aja walaupun, misal, pakai Samsung kita tetap install software pihak ketiga, tapi kan kalau itu kasusnya ingin fitur lebih, ini sih kasusnya sofwarenya gak ada.

Perangkat yang ringkih.

Udah merk lokal, harga miring, sudah pasti keliatan banget hape murah dipegang apalagi. Mulai dari layar, kamera dan tombol-tombol juga keliatan kurang “teteg” dan kurang solid.

Antarmuka yang membosankan.

Saya udah berkali-kali install launcher karena tampilan drawer dari Android One itu terlalu biasa-biasa aja. Juga nggak banyak kustomisasi tampilan yang bisa jadi pilihan. Paling wallpaper.

Nah, itu dia sekelumit tentang Android One. Kalau Anda punya budget selangit dan pengen pengalaman Android Murni, ada Nexus Project nya Google. Nexus adalah versi flagship-nya Android One. Atau yang terbaru Anda bisa membeli Google Pixel.

Loading Facebook Comments ...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *